Kamis, 18 Oktober 2018

Cara Menjadi Siswa Teladan

1. Carilah motivasi. Mengapa Anda ingin menjadi siswa teladan? Untuk mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi? Untuk membuat orang tua Anda bahagia? Karena kecintaan Anda terhadap belajar? Motivasi bisa datang dari dalam diri sendiri atau dari luar. Cara terbaik untuk meraih suatu tujuan adalah mengetahui secara persis apa yang memotivasi Anda.
  • Penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik, yaitu ketika Anda merasa termotivasi untuk melakukan sesuatu karena hal itu selaras dengan keyakinan dan nilai-nilai yang Anda anut, akan berdampak lebih kuat daripada motivasi ekstrinsik atau eksternal. Motivasi intrinsik didorong oleh tiga kebutuhan dasar: kompetensi (melakukan sesuatu dengan sukses), keterkaitan (menghubungkan dengan orang lain), dan otonomi (memegang kendali atas kehidupan Anda sendiri)
  • Contohnya, jika Anda termotivasi untuk menjadi siswa teladan karena Anda mendapatkan kepuasan dengan kinerja belajar yang bagus, atau karena hal itu membuat Anda merasa memegang kendali atas pendidikan Anda, itulah yang disebut motivasi intrinsik.
  • Jika Anda termotivasi untuk meraih status tersebut didorong oleh keinginan untuk membuat orang tua bangga terhadap diri Anda, atau untuk meningkatkan kualitas resume, itulah yang disebut motivasi ekstrinsik. Motivasi ekstrinsik tidak buruk, tetapi tidak sekuat motivasi intrinsik.
2. Aturlah diri sendiri. Sekolah bisa membuat Anda sangat sibuk. Buatlah pendekatan yang sistematis. Siapkan semua buku dan tugas yang diperlukan setiap hari dan bersiaplah menghadapi apa yang akan terjadi. Kemampuan mengatur diri adalah ciri khas siswa teladan
  • Apakah Anda cenderung melupakan tugas? Cobalah menggunakan rencana harian untuk mengingatkan. Anda bahkan dapat menyetel pengingat di ponsel atau kalender daring seperti Google Calender atau Apple's iCloud Calendar.[4]
  • Buatlah folder terpisah untuk setiap program studi. Pastikan Anda menyimpan semua tugas, catatan, rubrik, dan sebagainya untuk program studi tersebut dalam folder ini. Ketika tiba waktunya Anda harus belajar untuk menghadapi ujian atau menulis esai, semua materi yang dibutuhkan berada di satu tempat.
  • Tetapkan tenggat untuk diri sendiri. Guru biasanya menetapkan tenggat untuk suatu proyek, tetapi menetapkan tenggat sendiri sebelum waktu yang ditetapkan akan membantu Anda agar tetap pada tujuan. Pecahlah proyek besar menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan tetapkan tenggat mini untuk setiap tugas. Contohnya, alih-alih menulis “tugas semester dikumpulkan tanggal 4 Desember”, cari tahu berapa banyak waktu yang akan dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tahapan tugas tersebut. Anda membutuhkan waktu untuk membuat rencana, meriset, menulis konsep, mengedit, dan menyerahkannnya (akan lebih baik sebelum tenggat yang diberikan guru). Tentukan tenggat untuk setiap tahapan tersebut.[5]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar